Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pages

Selasa, 13 Januari 2015

Nge-blog Ala Copywriting

"Nge-blog ala copywriting intinya adalah menulis secara persuasif, 
sehingga bisa mempengaruhi pembaca untuk setuju, 
bahkan bertindak sesuai apa yang kita tulis." 

Gaya penulisan seperti apakah yang kita pakai di blog selama ini? Seperti sedang mengisi buku harian? Seperti sedang berbicara pada pembaca blog kita? Seperti guru yang sedang mengajari murid? Atau seperti penjual yang mempromosikan dagangannya?

Setiap blogger bebas menulis dengan gayanya sendiri. Blogwalking ke banyak blog telah membawa saya pada bermacam-macam gaya penulisan. Menarik juga lho untuk dipelajari. Salah satu gaya yang sering saya lihat digunakan para blogger adalah menulis ala copywriting.

Menurut Wikipedia, definisi copywriting adalah writing copy for the purpose of advertising or marketing. The copy is meant to persuade someone to buy a product, or influence their beliefs.

Meski sekilas definisi ini berbau periklanan banget, tapi copywriting bisa banget lho diterapkan dalam gaya penulisan blog. Seperti dua kata yang saya garisbawahi di atas, nge-blog ala copywriting intinya adalah menulis secara persuasif, sedemikian rupa sehingga seorang blogger bisa mempengaruhi pembaca untuk setuju, bahkan bertindak sesuai dengan apa yang ditulisnya.

Copywriting is about persuasion
Kemampuan menulis seperti ini akan sangat berguna saat kita membuat artikel promosi. Di sinilah seorang blogger, dengan artikel promosi yang ditulisnya, bisa membuat suatu produk laris terjual. Sekarang semakin banyak blogger yang mengembangkan kemampuan copywriting karena diminati oleh para pemilik brand yang ingin mempromosikan produknya lewat media digital. Ini tentu bisa mendatangkan penghasilan bagi pemilik blog.

Dalam menulis ala copywriting, ada empat hal yang perlu diingat:

A- Attention
Tulisan kita harus menarik perhatian pembaca pada topik yang kita tulis. Dampak yang diharapkan, setidaknya para pembaca blog kita yang tadinya tidak tahu tentang topik itu menjadi tahu dan berkomentar, "Ooh, ada smartphone baru merk X ya."

I - Interest
Setelah pembaca tahu tentang suatu topik, kita juga harus bisa memancing penasaran, sehingga pembaca ingin tahu lebih banyak soal apa yang kita tulis. Contoh, "Hmm, memang apa sih bedanya smartphone X dengan merk-merk lain?" 

D - Desire
Di fase ini, kita harus mempengaruhi pembaca agar menerima atau setuju dengan apa yang sudah kita tulis di blog. Kita berhasil sampai di tahap ini jika pembaca sudah berkata, "Iya juga ya, memang smartphone X itu lebih bagus baterenya, lebih komplit fiturnya daripada merk lain. Jadi pingin punya..."

A - Act
Tujuan nge-blog ala copywriting barulah tercapai apabila pembaca tak hanya setuju, namun juga bertindak sesuai dengan ajakan kita. "Yes, jadi juga beli smartphone X!"


Yang bisa menjadi dilema adalah, promosi alias nge-blog ala copywriting cenderung kurang obyektif. Berbeda dengan menulis review, di mana blogger menulis jujur apa adanya keunggulan serta kelemahan produk itu berdasarkan pengalaman sendiri, copywriting hanya menampilkan keunggulan produk dan cenderung menutupi kelemahannya.

Selain itu, idealisme sebagai seorang blogger mungkin akan diuji ketika kita ditawari untuk mempromosikan hal-hal yang bertentangan dengan prinsip yang kita yakini. Apalagi tawaran tersebut disertai imbalan yang menggiurkan. Misalnya, diminta mempromosikan produk rokok, yang notabene jadi salah satu penyebab terbesar masalah kesehatan di Indonesia. Untuk setiap orang yang menjadi pecandu rokok (dan beresiko terkena kanker belasan tahun yang akan datang) karena membaca artikel promosi kita, siapkah kita menanggung beban moralnya? 

Saya yakin, semua blogger pada awalnya mulai menulis karena suka berbagi, pada siapa pun yang mungkin jadi pembaca blog kita. Apalagi kalo ternyata yang kita bagi itu bermanfaat, menghasilkan uang pula. Jadi menurut saya pribadi, nge-blog ala copywriting sah-sah saja, tapi jangan sampai membuat kita lupa tujuan sesungguhnya kita nge-blog: Berbagi manfaat pada orang lain, bukan kerugian. Berbagi kebaikan, bukan keburukan. 

Blogging for sharing

66 komentar:

  1. Wah sip ini ada AIDA, ntar ane mau analisis...gimana cara beli smartphone tanpa uang.
    Analisis aja tapi gak beli beli he he
    @rizalarz

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo ngga beli beli bukan AIDA yah mas Rizal, jadinya AID. :D

      Hapus
  2. Kalo aku rata-rata seperti berbicara kepada pembaca sih haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo aku kadang2 masih seperti ngomong sama buku harian, hehehe

      Hapus
    2. Hehe aku jarang sih ngomong sama buku harian. Biasanya cuma buat catatan planning aja hehe

      Hapus
  3. Balasan
    1. Wah makasih mas Didno udah mampir kemarih ^_^

      Hapus
  4. Ajib nih artikelnya, semangat terus mba ruri mengarungi LBI 2015

    @ibnufahrurroji

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siip mas Ibnu juga tetep semangat yok. Masih 10 pekan lagi neh :D

      Hapus
  5. Bisa dimasukkan satu lagi antara DESIRE dan ACT yaitu: CONVICTION. Dapat meyakinkan kepada pembaca.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas. Meyakinkan pembaca bisa dimasukkan ke Desire, bisa jg dbuat fase Conviction sebelum Act..

      Hapus
  6. menulis copywriting untuk sesutu yg bermanfaat mah justru bagus banget ya mba...:)

    BalasHapus
  7. Sip, menulis review harus ada AIDA nya.

    Salam @Leon_Sps

    BalasHapus
    Balasan
    1. AIDA.. bukan nama anak tetangga kan yak? Hehe

      Hapus
    2. maksud...anak tetangga itu siapakah ruri ?

      Hapus
    3. Tetangganya Maschun. Haha :)

      Hapus
    4. bukannya ruri tetangga saya, :)

      Hapus
    5. Kita tetangga di grup Line, hahaha

      Hapus
    6. AIDA ruri AIDA. AIDA oh AIDA Kekasihku.... Lha... Kok kayak lagu???

      Hapus
  8. kalo menurut aku sich blogger kreatif itu adalah jelmaan dari copywiter dan sesuai dengan judul yang saya ambil dalam tulisan bahasan saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat ... saya masih harus belajar lagi cara menulis yg persuasif :D

      Hapus
  9. Aku belum sepenuhnya menggunakan teknik ala copywriter ini. Karena udah biasa kali ya nulis seenaknya. Hehehe

    @udafanz http://go.udafanz.com/1z2VF2C

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mas. Aku biasa ngoceh sendiri di blog, hihihi

      Hapus
  10. aku tertarik buat jadi copyblogger :D sudah mencoba beberapa kali ya lumayan buat belajar :)

    @S_AdiFirmansyah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas. Ternyata nulis persuasif menarik juga. Tanpa sadar sebenernya aku pake cara ini utk bikin resensi buku di blog :D

      Hapus
  11. yapp.. menjadi blogger yg punya keahlian copywrting harusnya gx jadikan kita blogger yg cm pengen untung aja (sekadar jualan) hehe.. moga ada kebaikan yang kita tebarkan

    BalasHapus
  12. Wah, tulisan yang bagus. Saya jadi bisa nambah informasi dan ilmu tentang copywriting dari tulisan ini. Keren

    bahruladitya - Pontianak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama kita belajar mas, makasih atas kunjungannya :D

      Hapus
  13. Menulis yang persuasif, itu intinya. Saya setuju dengan pendapat mbak ruri di tulisan ini, sangat detail dan bermanfaat. Saya juga baru tau empat pilar dalam menulis copywriting.

    @ifanandrip - http://www.ifantastis.com - #LBI2015

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu baru pilar teorinya, tapi contoh tips2 riil sepertinya udah lengkap dibahas di blog mas Ifan, hehe.

      Hapus
  14. Balasan
    1. Iya mbak, harus Aida, ngga bisa Karina atau Farida. Hehe..

      Hapus
  15. Yup..saya setuju walaupun tulisan saya masih gak tau jenisnya apa... tp yang penting bisa menikmati kesenangan nulis di blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat.. "Menikmati" itu harus ada pertama kali sebelum ngerjain yang lain2 mas :)

      Hapus
  16. Wiii dapat rumusnya di sini

    @honeylizious

    BalasHapus
  17. Jadi formulanya AIDA, :D
    terimakasih ilmunya :))

    andresyaideep.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama.. saya juga baru belajar kok ^_^

      Hapus
  18. AIDA yah, rumusnya.. tadi sempat baca juga di Blog nya sapa yah ? Lupa .. semoga bisa diterapkan yah mba
    @rin_mizsipoel

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ok mbak Rin.. aku juga mau belajar nulis dg cara ini :)

      Hapus
  19. Sangat inpiratif dan mengingatkan kembali kepada AIDA,thanks ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah2an bermanfaat. Salam kenal ya :D

      Hapus
  20. *harus di catat dan di pelajari nih.

    BalasHapus
  21. AIDA memang cocok utk promosi, saya setuju dengan mbak Ruri, penekanannya ada pada menarik minat orang untuk jauh lebih dekat lagi :) meskipun jika diterapkan pd konsep yg universal terkadang sering terlihat memaksakan. artikelnya sangat informatif sekali, salam kenal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya kalo tulisan blogger terlalu kental dengan nuansa "jualan" ala tukang obat, pembaca mungkin bukannya tertarik malah kabur yah

      Hapus
  22. boleh dong kenalan sama AIDA. Hehe

    BalasHapus
  23. yaa..klu menurutku kita2 bloger sekalaian jadi copywriternya deh biar lebih afdol..hehhehe

    BalasHapus
  24. jadi blogger memang harus konsisten.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap. Masih berusaha konsisten nih :)

      Hapus
  25. Bener, melalui tulisan kita juga harus membuat perubahan.

    BalasHapus
  26. Sebenarnya ge-blog ala copywriting tak harus promosi produk saja, promosi pariwisata juga bisa dibilang copywriting. Menurutku lhoo, Rur.. :D

    BalasHapus
  27. Betul mbak Yuni. Intinya nulis ala copywriting itu ada sesuatu yg ingin dipromosikan.. :)

    BalasHapus
  28. A-I-D-A, sama kayak nama anak saya neh.

    #pernikahan juga bisa dijadikan copywriting kan ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmm maksudnya ngomporin pembaca biar segera nikah ya mbak? :D

      Hapus
  29. nah setuju nih "Nge-blog ala copywriting intinya adalah menulis secara persuasif,
    sehingga bisa mempengaruhi pembaca untuk setuju,
    bahkan bertindak sesuai apa yang kita tulis."

    BalasHapus
  30. Sepertinya tidak cukup asing dengan nama Ruri Online, maaf apakah kita sudah pernah bertemu sebelumnya? Hhhmmm... :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ketemu di Twitter aja sepertinya,mas Dwi. Itu lho, mensyen-mensyenan postingan #LBI2015 :D

      Hapus
  31. yang jelas di blog kita bisa nulis sesuka hati dan semampunya untuk beropini asal bijak aja,

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepakat mas Angga, bebas nulis tapi tetap beretika & bertanggung jawab :)

      Hapus

Terima kasih untuk komentarnya :)