Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pages

Minggu, 16 Desember 2012

Biarkan Tuhan Memeluk Mimpi-mimpimu


"Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu."
(Novel Sang Pemimpi - Andrea Hirata)

Ketika kita bermimpi, boleh jadi orang lain menanggapinya dengan senyum meremehkan, "Emang kamu bisa?" Atau, yang lebih parah lagi, justru kita sendiri yang sangsi dengan mimpi-mimpi kita, "Nggak mungkin saya bisa."

Tapi ternyata mimpi bisa membuat orang memiliki kekuatan tak terduga untuk mewujudkannya. Asma Nadia, misalnya. Seorang gurunya di sekolah menengah pernah memberi komentar negatif pada sebuah cerpen yang ia tulis untuk tugas mengarang.

"Cerita picisan," kata gurunya.

Tapi Asma tetap percaya, suatu hari nanti dia akan jadi penulis. She loves writing, and no one can take it away from her. Asma tak pernah berhenti menulis, dan kamu tahu sendiri kan sampai saat ini jumlah buku-buku best seller yang sudah ditulisnya? Banyak!

Tanpa impian yang ingin dicapai, hidup kita pasti membosankan, ngga seru! 

Saya sendiri punya beberapa mimpi atau resolusi. Dulu, di awal tahun 2012, saya punya dua resolusi besar. 

Pertama, punya anak. Saat itu saya dan suami sudah menikah satu tahun lebih, dan kami juga sudah mulai ikut program hamil dengan rutin berkonsultasi ke dokter kandungan. Program hamil butuh banyak waktu, tenaga, kesabaran, dan pastinya biaya. Apalagi tak ada jaminan 100% kalau berobat pasti langsung hamil. Iyalah, karena memang manusia hanya bisa berikhtiar dan berdoa, dan Tuhanlah yang berkuasa memutuskan hasilnya.

Kadang-kadang miris juga ya. Di satu sisi, ada pasangan yang memilih menggugurkan kehamilan si perempuan dengan alasan udah kebanyakan anak, atau tidak siap menikah dan berumah tangga (halooo, emang waktu bikin anak ngga mikir sampai ke situ ya??) . Sementara di sisi lain ada pula pasangan suami istri yang sudah bertahun-tahun mendambakan anak dan sudah menghabiskan ratusan juta rupiah untuk berobat, masih belum dikaruniai momongan. Ya itulah, kembali lagi kita harus berserah diri pada Sang Maha Pengabul Doa. :)


Kedua, merintis laboratorium biakan Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini menyebabkan penyakit tuberkulosis yang menyerang sistem pernapasan. Menurut WHO, Indonesia menduduki peringkat ke-4 di dunia untuk jumlah penderita tuberkulosis. Whoa! Sedih ya. Makanya tuberkulosis (TB) harus dideteksi seawal mungkin sebelum terlanjur menulari banyak orang, dan gold standard untuk itu adalah dengan biakan kuman.  Membiakkan kuman itu mirip-mirip dengan menanam bunga. Bedanya, yang saya tanam dan rawat itu kuman. Hehehe, rada horor ya.

Laboratorium pemerintah tempat saya bekerja memang tengah merintis bagian khusus untuk ini. Makanya saya pun diutus untuk ikut pelatihan selama dua bulan di Surabaya. Setelah itu, saya dan tiga orang analis yang tergabung dalam tim akan menjalankan unit khusus TB di lab kami. Banyak orang yang bilang dan bahkan menyayangkan pekerjaan saya, "Kamu kan dokter, ngapain sih mau-maunya terjun langsung ke lab gitu?" 

Tanpa bermaksud merendahkan profesi analis kesehatan, memang pekerjaan yang saya geluti ini bisa saja dilakukan oleh analis, yang notabene lulusan setingkat SMA atau diploma. Tapi saya bertekad, ketika sayalah yang diserahi tanggung jawab untuk mengelola lab TB, saya harus bisa melakukannya jauh lebih baik dari analis. Dan untuk bisa begitu, saya harus mempelajari seluk-beluknya dari nol. Itulah pendapat saya.


Dari dua impian itu, impian nomor dua alhamdulillah tercapai. Lab TB yang saya ketuai sudah ditinjau oleh supervisor dari WHO, dan dinyatakan layak untuk melakukan biakan M. tuberculosis. \^o^/ Semoga kami bisa turut andil memberantas tuberkulosis di Indonesia ya. Semangat!

Adapun impian pertama, masih belum terwujud nih.. :-/ Kabar terakhir, saya dan suami memutuskan pindah berobat dari rumah sakit HK di bilangan Slipi, ke sebuah rumah sakit di Pulomas. Jarak HK yang terlalu jauh dari tempat tinggal kami, dan kemacetan sepanjang perjalanan yang melelahkan, menjadi alasannya. Kami masih harus giat mencoba dan berdoa rupanya. Doakan ya... :)

So, what would I want in 2013?


Pertama, punya anak. Hehehe, pantang menyerah lah. Dari berbagai blog dan forum, saya menemukan kisah-kisah perjuangan pasutri dalam memperoleh anak. Mereka sudah berupaya jauh lebih lama, dengan pengorbanan yang jauh lebih besar dari saya, namun harapan itu belum terkabul juga. Saya jadi kembali bersemangat setelah itu, dan tetap berdoa agar Allah mengaruniai kami dengan keturunan-keturunan yang salih/salihah, sehat dan cerdas. Aamiin.

Kedua, sekolah lagi dan menggondol gelar SpPK (spesialis patologi klinik). Ya, saya rasa banyak dari teman-teman sejawat saya dokter umum yang punya cita-cita menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan begitu, kami bisa fokus mendalami satu bidang keahlian saja (tidak seperti dokter umum yang wajib paham banyak hal, tapi pahamnya sedikit-sedikit, hehehe), dan bisa menolong lebih banyak orang dengan pengetahuan khusus yang dimiliki. Makanya saya semangat bener menabung untuk biaya kuliah nanti. Mimpi ini mungkin baru bisa terwujud dalam beberapa tahun ke depan, tapi siapa tahu Allah mengabulkannya lebih cepat kan? ;D

Ketiga, konsisten menulis. Ternyata, hobi ini tanpa sadar sudah saya miliki sejak kecil. Mulai dari menulis buku harian pribadi, berkorespondensi dengan sahabat-sahabat pena dari dalam dan luar negeri, sampai menulis fiksi dan non-fiksi di blog. Tapi, selama ini saya belum bisa konsisten menulis. Katanya sih pingin jadi penulis, tapi nyatanya masih angin-anginan dan masih ngandelin si Ilham. Alhasil, tulisan saya seringkali berakhir setengah jadi dan terlupakan dalam timbunan file di laptop saya. Wah, kalo begini-begini aja, kecil kemungkinan saya akan mencapai "sesuatu" dari hobi saya. Makanya saya bertekad ikutan event J50K yang akan diadakan Kampung Fiksi Januari 2013 nanti. Selama bulan Januari, saya harus bisa menulis setidaknya 50.000 kata. Entah itu menulis di blog, atau menulis cerita yang nantinya menjadi draf mentah sebuah buku. 

Yang tak boleh saya lupakan jika ingin jadi penulis, adalah membaca. Tanpa membaca, bagaimana saya bisa belajar dari karya orang lain? Bagaimana saya bisa dapat inspirasi untuk tulisan saya?  Maka saya menargetkan untuk membaca minimal 24 buku dalam setahun. Artinya saya mesti menamatkan 2 buku setiap bulannya. Hmm, mungkin masih terlalu sedikit bagi para penggila buku, tapi hal-hal besar dimulai dari langkah kecil kan? ;)

Itulah sekelumit resolusi saya dalam rangka menyambut tahun 2013, sekaligus memeriahkan Giveaway Windiland yang digagas teman blogger saya, Windi Teguh. Saya kenal dia pertama kali sebagai sesama peserta #15HariNgeblogFF, yaitu ajang menulis flash fiction setiap hari selama 15 hari. Di sini, para blogger dituntut untuk menulis fiksi singkat sesuai judul yang dilemparkan admin. Tujuannya ya untuk melatih kemampuan menulis secara konsisten, kreatif dan spontan! Lalu pertemanan saya dan Windi berlanjut di dunia maya. Windi ini kelihatannya lebih berminat menulis karya non-fiksi di blognya. Dan dia quiz hunter sejati. Banyak beneeer kuis dan lomba yang dia ikuti, termasuk lomba blog, dan sering menang pula. Hahaha, saya suka aja melihat semangatnya berburu lomba. Menang ngga menang, no problem. Yang seru itu ikutan lombanya, betul ngga, Win? 

Sayang banget, selama dia bekerja di Jakarta, kami belum sempat kopdar bareng. Eh, dia keburu dimutasi kembali ke Medan. However, saya ikut senang Windi bisa kumpul dengan keluarga lagi di Medan. Semoga lain waktu kami betul-betul bisa bertemu. ^^

Karena ajakan Windi juga, saya akhirnya berbagi resolusi di sini. Tanpa ajang Giveaway Windiland, mimpi-mimpi saya mungkin hanya akan jadi rahasia pribadi. Jujur, ini kali pertama saya menuliskan mimpi-mimpi saya dan mempublikasikannya di blog. Semoga saja pembaca mau mengaminkannya. Saya doakan juga mimpi-mimpi kamu semua akan terwujud pada saatnya nanti. 


Ini Resolusiku, Share dong Resolusimu



21 komentar:

  1. jangan pernah takut untuk bermimpi,
    Bagus bunda tulisannya. :D

    Saya juga mulai tertarik dengan namanya 'menulis, ada pepatah 'penulis yang baik itu pembaca yang baik'. Jadi mesti banyak2 membaca.
    Saya jg lagi belajar banyak membaca. :D

    Semangat bunda, semoga Allah merahmati bunda dan do'a dikarunia buah hati cepat terkabul. Aamiin. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin, makasih Banyu, keep writing yuk! ^^9

      Hapus
  2. Mimpi utama saya adalah konsisten menulis. Semoga 2013 besok mampu mewujudkannya. terima kasih sob. Sukses buat resolusinya. Salam:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal mas Ibrahim, ikutan bareng aja yuk J50K :) biar tambah semangat nulisnya.

      Hapus
  3. so true :) aku juga percaya bahwa mimpi yang digabungkan dengan doa dan usaha pasti membuahkan hasil :) btw, semoga impian2nya terkabul, ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin, thanks indi, kamu juga.. semoga Tuhan segera mengabulkan mimpimu yang sekian lama Dia simpan dalam pelukan-Nya :)

      Hapus
  4. Salam kenal dari saya, ibu dokter. hehe...
    Tulisannya keren... ;P

    BalasHapus
    Balasan
    1. thx dan salam kenal kembali, mas denny. kalo mudik ke Jakarta titip pempek yak :9

      Hapus
  5. rurii keren banget dirimu bisa jadi penanggung jawab lab gituan ( apaan gituan . Semoga segera berhasil program nya ya Rur, dan aku juga mau ah ikutan J50K itu. ntar aku dikabarin yah.

    makasi dah ikutan Rur, kelihatan banget yg nulis dokter, terstruktur dan rapiii

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin, doain ya Win. Ok aku cari info dulu tentang J50K ntar kuforward ke kamu deh :D

      Hapus
  6. semoga mimpinya terwujud ya mba..salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih doanya, Yuuu ^__^ salam kenal juga

      Hapus
  7. semoga impian ini akan terwujud,.,. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin. semoga impianmu juga ;)

      Hapus
  8. artikelnya mantap mbak, inspiratif bangetz

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah jika bermanfaat.. hello 2013! \^__^9

      Hapus
  9. sy suka artikelnya, tetaplah menulis mbak :)

    BalasHapus
  10. Sepertinya saya telat baca artikel ini :D

    Tapi semoga program anda untuk punya anak segera terlaksana mba Ruri :)

    Punya anak itu anugerah yang tidak terhingga lho :)

    BalasHapus

Terima kasih untuk komentarnya :)