Tuesday, 3 July 2012

Planetarium Jakarta


gambar dari sini


Setelah berkali-kali nonton film di teater XXI Taman Ismail Marzuki, saya baru ngeh bahwa di dalam kompleks tersebut ada bangunan biru berkubah besar yang bernama Planetarium Jakarta. Jujur nih, seumur-umur tinggal di Jakarta, saya belum pernah masuk ke situ. Heee. *tutup muka*

Makanya saya hepi banget ketika suatu sore bisa mengunjungi tempat itu, bersama suami, ibu, dan dua keponakan yang sedang berlibur di tempat saya. Wah, pengunjungnya banyak lho! Mayoritas dari mereka adalah rombongan murid sekolah menengah dari luar Jakarta dan rombongan keluarga, serta ada pula turis-turis mancanegara. Semua berbaris untuk antre beli tiket lalu berdiri manis menunggu pintu masuk ke gedung pertunjukan dibuka.

antrean pengunjung

Hmm, sebelumnya boleh ya saya bahas sedikit serba-serbi Planetarium Jakarta? *ya suka-suka yang punya blog dong yee!*

Planetarium & Observatorium Jakarta dibangun atas gagasan Presiden Pertama RI, Ir Soekarno, agar rakyat Indonesia bisa belajar dan menambah wawasan tentang ilmu astronomi. Berlokasi di Jalan Cikini Raya nomor 73, Jakarta Pusat, pembangunan gedung planetarium dimulai pada 1964 dan memakan waktu empat tahun. Setelah diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, planetarium ini dibuka untuk masyarakat umum pada tahun 1969.

Zaman sekarang, sulit rasanya menemukan hamparan bintang di langit malam kota Jakarta. Cahaya benda-benda langit itu seringkali terkalahkan oleh keruh asap polusi dan benderang lampu-lampu kota. Tapi, di planetarium kita bisa menikmati indahnya alam semesta di waktu malam, yaitu dengan menyaksikan pertunjukan yang disebut Teater Bintang.

Setelah membeli tiket, pengunjung dipersilakan masuk ke gedung pertunjukan. Ruangannya luas, dilengkapi kursi-kursi yang nyaman dan mampu menampung 320 pengunjung sekaligus. Di atas kepala kita, ada kubah gedung yang berbentuk setengah bola dengan diameter 22 meter. Kubah inilah yang akan menjadi layar pertunjukan raksasa. Kalau bisa, pilih tempat duduk di barisan belakang aja ya, supaya bisa leluasa menonton. Seru juga... serasa berada di dalam pesawat ulang-alik yang ada di luar angkasa. Hohoho, maklum saya baru pertama kali ke sini sih! *melongo norak* :P

proyektor pertunjukan di antara deretan kursi

Setelah lampu ruangan diredupkan, dimulailah pertunjukan yang disajikan dengan perpaduan antara visualisasi gambar dari proyektor, musik pengiring, dan narasi seru yang diberikan secara langsung oleh narator. Di situ dijelaskan tentang planet-planet penghuni tata surya kita, tentang benda-benda langit seperti bintang, komet dan meteor, juga rasi-rasi bintang—yang rasanya saya ngga akan bisa kenali di langit malam yang sesungguhnya, hehehe. Yang saya hapal cuma rasi bintang pari yang berbentuk layang-layang itu. 

gugusan bintang

Jadi, Planetarium Jakarta ini very recommended lah sebagai tempat tujuan wisata keluarga! Menarik, edukatif, harga tiketnya murah meriah pula, cukup IDR 7500 saja. Oya, sebelum pergi ke sana ada baiknya cari info dulu tentang jadwal pertunjukannya, supaya ngga kelamaan bengong nunggu di sana. Untuk rombongan, jadwal bisa diatur sesuai perjanjian, sedangkan untuk pengunjung lainnya biasanya pertunjukan tayang pada hari-hari berikut:

Selasa - Jumat : setiap 16:30
Sabtu,  Minggu dan Sabtu Libur Nasional :  setiap 10:00, 11:30, 13:00, dan 14:30
Jumat Libur Nasional : Setiap : 10:00, 11:30, 13:00, 15:00, 16:30
Senin : TUTUP untuk pemeliharaan

No comments:

Post a Comment

Terima kasih untuk komentarnya :)